Belum Sepakat Harga, Rumah Bos Warteg Kukuh di Tengah Tol
Bangunan rumah berdiri megah di tengah-tengah proyek pembangunan jalan Tol Pejagan-Pemalang di Desa Sidakaton, Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah

JAKARTA – Bangunan rumah berdiri megah di tengah-tengah proyek pembangunan jalan Tol Pejagan-Pemalang di Desa Sidakaton, Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Rumah berlantai dua dengan pagar menjulang itu dikelilingi pagar dari besi stainless yang membatasinya dengan jalan selebar 3 meter. Di dekat pagar itu ada sebuah papan bertuliskan, “Tanah Ini Belum Dibebaskan.”

Karena pada tulisan itulah, rumah di atas tanah seluas 300 meter persegi tersebut belum dibongkar. Proyek jalan yang semestinya melewati rumah itu pun belum bisa digarap. Padahal, di sekeliling rumah itu bangunan lain sudah rata dengan tanah.

Pemilik rumah itu bernama Samawi (40), seorang pengusaha warung Tegal (warteg) di Jakarta. Samawi merupakan satu-satunya pemilik lahan terdampak jalan tol di Desa Sidakaton yang belum melepas tanahnya karena tak sepakat dengan ganti rugi yang ditetapkan tim apraisal. Samawi menginginkan ganti rugi tanah dan bangunan lebih dari Rp2,5 miliar. Lebih tinggi dari taksiran tim apraisal.

Bersama tiga warga pemilik tanah lain di Desa Karangjati, Kecamatan Tarub, Samawi mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Slawi. Gugatannya ditolak sehingga dia dan rekan-rekannya pun mengajukan kasasi. Lagi-lagi kandas karena MA juga menolak kasasinya.

Ketua Satgas B Pelaksana Pengadaan Tanah Tol Pejagan Pemalang, Makmuri mengaku sudah menerima salinan keputusan MA tersebut dari PN Slawi pada Rabu 17 Mei 2017. Dengan putusan ini, tujuh bidang tanah yang terhambat pembebasannya sudah selesai.

“Langkah kasasi ke MA merupakan upaya hukum terakhir jika tak sepakat dengan harga ganti rugi yang ditetapkan tim apraisal. Jadi, keputusan kasasi ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” ujarnya.

Salah satu adik Samawi bernama Irfan, mengaku tidak tahu-menahu perihal gugatan harga ganti rugi yang diajukan kakaknya. Pimpinan Proyek PT Pejagan Pemalang Tol Road Mulya Setiawan mengatakan, keberadaan rumah yang masih berdiri di tengah-tengah jalan tol yang sedang dibangun tidak memengaruhi target fungsional pada arus mudik Lebaran tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *